Tuesday, April 15, 2014

Tips Konsumsi Daun Sirsak

Berikut beberapa tips bagi yang mengkonsumsi daun sirsak:
1. Air rebusan daun sirsak jangan dibiarkan terlalu lama karena banyak mengandung antioksidan. Antioksidan mudah bereaksi dengan oksigen sehingga khasiatnya berkurang (jika memungkinkan jangan didiamkan selama 6 jam)
2. Untuk penderita kanker, minumlah 2 gelas sehari, pagi dan sebelum tidur.
3. Untuk menjaga kesehatan, minumlah 1 gelas sehari, atau 2 hari sekali.
4. Istirahatlah 1 – 2 hari (tidak minum daun sirsak) setelah rutin selama seminggu, atau istirahatlah 5 – 7 hari setelah rutin selama sebulan. Hal ini karena daun sirsak dapat mengurangi jumlah mikroba usus. Waktu istirahat untuk menormalkan flora usus kembali.
5. Disarankan minum Yakult atau prebiotik lain untuk menjaga kondisi flora usus (jangan minum berbarengan dengan daun sirsak).
6. Berikan Jeda Waktu Kala Mengonsumsi Daun Sirsak 
Meski terbukti membantu mengatasi kanker, sebaiknya pasien tidak mengonsumsi daun sirsak terus-menerus. Menurut pakar herbal dalam jangka panjang konsumsi daun sirsak menyebabkan penjenuhan air seni yang memicu pembentukan kristal di ginjal. Makanya asupan daun sirsak sebaiknya dipadukan dengan herbal yang bersifat diuretik alias peluruh kencing seperti adas, jinten, dan daun sembung.
Sidi (pakar herbal) menyarankan penderita kanker boleh mengonsumsi air rebusan daun graviola secara terus-menerus selama 4 - 6 bulan. Setelah itu beri jeda. Pada orang sehat sebaiknya mengonsumsi daun sirsak hanya 1 - 2 bulan saja.
Meminum Rebusan Daun Sirsak setelah Kemotheraphy
Menurut dokter di Bintaro, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami, kemoterapi dapat menyebabkan organ lain yang masih normal turut terpapar zat kimia. Keunggulan acetogenins pada daun sirsak mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, tanpa mempengaruhi sel-sel lain.
“Senyawa itu juga dapat menyeleksi antara sel jahat dengan sel baik sehingga fungsi organ tubuh lain tetap terjaga sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Karena itu efek buruk kemoterapi dapat diminimalisir,” kata Prapti. Menurut Dr dr Andhika Rachman SpPD, senyawa acetogenins pada daun sirsak dalam menghambat pertumbuhan sel kanker baru teruji secara in vitro di laboratorium saja sehingga masih butuh penelitian lebih lanjut.
Namun, pasien membuktikan daun sirsak mampu membantu mengurangi efek buruk kemoterapi. Oleh karena itu sampai saat ini keduanya masih rutin mengonsumsi daun sirsak untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, kemungkinan sembuh kanker 60% di antaranya ditentukan rasa menerima keadaan, tapi tetap optimis, sedangkan sisanya bantuan pengobatan dari luar.
Meski telah dinyatakan sembuh, Prapti Utami menyarankan agar pasien tetap menerapkan gaya hidup sehat agar sel kanker tidak kembali menyerang. Apalagi bila pasien memiliki riwayat kanker dalam anggota keluarganya. Artinya, peluang sel kanker kembali menyerang masih tinggi. “Tapi bukan berarti pasien yang tidak punya riwayat kanker bebas dari risiko terserang,” imbuh Prapti.
Itulah sebabnya gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari mutlak diterapkan. Sebaiknya perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang mengandung antioksidan tinggi seperti jus sirsak, jus yang dicampur brokoli, dan buah-buahan bervitamin C tinggi. Kurangi juga makanan hewani. Dengan begitu kanker tuntas, dan tak datang kembali.

"God Heals, We Help"

No comments:

Post a Comment